Multazam
menjadi salah satu tempat yang sangat diinginkan untuk dapat dikunjungi jamaah
haji dan umroh.
Apakah sebabnya?
Mudah-mudahan
tulisan di bawah ini dapat memberikan penjelasan sebabnya dan mengetahui
keistimewaan Multazam. Tidak jarang kita temui bagaimana ada kerabat atau teman
dari seorang calon jamaah haji atau umroh yang akan berangkat ke tanah suci
menyampaikan “Jangan lupa ya, tolong didoakan di sana..”. Atau ada juga yang
punya keinginan bila dia dapat melaksanakan haji atau umroh, dia akan berdoa
menyampaikan asanya kepada Yang Maha Pengabul Doa Allah Azza Wa Jalla di salah
satu bagian Ka’bah yang katanya tempat yang mustajab untuk berdoa di sana.
Bahkan ada yang sampai bertekad harus bisa sampai di tempat itu walaupun harus
berdesak-desakkan untuk dapat berdoa di tempat itu yang bernama Multazam.
Tapi,
benarkah Multazam merupakan tempat yang mustajab untuk berdoa?
Berikut
sedikit penjelasan Bapak HM. Rizal Fadillah, seorang pembimbing haji/umroh,
pada jurnalhaji.com. Multazam secara bahasa artinya adalah “tempat yang sangat diperlukan”.
Multazam
adalah area antara pintu Ka’bah dan Hajar Aswad. Multazam sering disebut
sebagai maqam ijabah, tempat dikabulkannya doa, tempat yang mustajab untuk
berdoa. Memang bila memungkinkan berdoa di sini sambil menempelkan pipi, dada,
lengan dan kedua telapak tangan.
Sebagaimana
dikisahkan bahwa Abdullah Ibn Amru setelah thawaf lalu shalat dan mencium hajar
Aswad. Kemudian ia berdiri di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah menempelkan
dada, kedua tangan dan pipinya sambil berkata ,“Seperti ini aku melihat
Rasulullah SAW melakukannya” (Sunan Ibnu Majah dalam Al Manasik dengan sanad
hasan).
Kini
berdoa di Multazam dengan cara seperti itu bukanlah hal yang mudah. Jumlah
jamaah yang sangat besar dengan tingkat kepadatan yang tinggi, menyebabkan
kesulitan dan kemudharatan yang tinggi pula. Karenanya cukuplah jamaah berdoa
pada arah Multazam saja. Berdoa dapat sambil duduk maupun berdiri. Dengan
menunduk, memandang, atau mengangkat tangan. Lagi pula perlu kita ketahui,
bahwa makbul doa itu bukan semata-mata ditentukan oleh faktor tempat, melainkan
lebih kepada keadaan hati masing-masing. Ketenangan, keyakinan, kebutuhan yang
sangat, serta kerendahan hati sangat mempengaruhi kontak batin dan kabulnya
doa. Memang yang terbaik adalah tempatnya mustajab, hatinya juga khusyuk.
Namun
jika tidak, kita pun yakin bahwa Allah itu Maha Melihat dan Maha Mendengar.
Melihat dan mendengar doa. Di sudut mana pun kita berada.
Begitulah
penjelasan Bapak HM. Rizal Fadillah mengenai Multazam. Perlu juga disampaikan
sebuah Hadist sebagai berikut: Dari Ibnu Abbas r.a bahwa Rasulullah saw
bersabda: “Multazam adalah tempat dikabulkannya doa. Tidak ada satu pun doa
seorang hamba di Multazam kecuali akan dikabulkan.” (HR. Ahmad dalam Musnad
Imam Ahmad Jilid V, hal. 347).
Semoga
bermanfaat
